Daud Beureu’eh Pejuang Republik yang Terlupakan, FOKUSGAMPI Usulkan Jadi Pahlawan Nasional

Ketua Umum FOKUSGAMPI, M. Rafsanjani

Kupasan.com — Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (FOKUSGAMPI) Banda Aceh mengusulkan Teungku Muhammad Daud Beureu’eh ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum FOKUSGAMPI, M. Rafsanjani, karena menilai Abu Daud Beureu’eh merupakan ulama karismatik dan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Rafsanjani, peran Daud Beureu’eh sangat besar dalam mendukung Proklamasi 17 Agustus 1945. Ia menyebut, saat itu Bung Karno datang ke Aceh untuk meminta dukungan, dan Daud Beureu’eh menggalang bantuan rakyat Aceh hingga berhasil membelikan dua pesawat yang digunakan dalam perjuangan diplomasi kemerdekaan Indonesia.

Rafsanjani menilai anggapan bahwa Daud Beureu’eh merupakan pemberontak tidak tepat. “Beliau bukan ingin memecah belah bangsa, melainkan menagih janji pemerintah pusat yang pernah menyatakan Aceh diberi kewenangan menjalankan syariat Islam setelah perang kemerdekaan,” ujarnya, Senin (10/11).

Ia menambahkan, kritik yang dilakukan Daud Beureu’eh bersama tokoh-tokoh lain pada masa itu merupakan respons atas kebijakan politik pusat yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk meninjau ulang pandangan sejarah terhadap tokoh tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Yusril Ihza Mahendra juga menyatakan dukungannya. Menurut Yusril, Daud Beureu’eh merupakan pejuang Republik yang mempertahankan kemerdekaan baik secara politik, militer, maupun diplomasi.

Yusril menjelaskan, pada masa revolusi, Daud Beureu’eh diangkat sebagai Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo dengan pangkat tituler Mayor Jenderal TNI. Namun kekecewaan muncul ketika status Provinsi Aceh dibatalkan dan digabungkan ke Sumatera Utara pada 1950, yang kemudian memicu konflik politik di Aceh.

“Dari fakta sejarah, Daud Beureu’eh bukan sosok yang ingin memisahkan Aceh dari NKRI. Beliau adalah Republikan yang kecewa karena janji-janji pemerintah pusat tidak dipenuhi,” kata Yusril.

Ia menegaskan perlunya penulisan ulang sejarah tokoh tersebut. “Jasa Daud Beureu’eh sangat besar bagi republik. Sudah waktunya beliau memperoleh gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Pos terkait