Kupasan.com – Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati mengatakan sebanyak 2000 nasi bungkus di distribusikan setiap harinya ke beberapa pos pengungsian, sejak 26 November 2025.
Menurut Bahagiawati, pendistribusian nasi bungkus dilakukan sejak 26 November 2025 ke beberapa posko pengungsian korban banjir yang sudah dapat dijangkau.
“Pendistribusian akan disesuaikan dengan SK Darurat Bencana selama 14 hari, tetapi kita juga melihat situasi kedepan seperti apa nantinya,” kata Bahagiawati, Minggu, (30/11).
Bahagiawati mengatakan, pendistribusian nasi bungkus di mobilisasi dari dapur umum yang di dirikan di kantor dinas sosial kabupaten setempat ke beberapa posko pengungsian korban banjir yang tersebar di beberapa titik yang sudah dapat dijangkau. Diantaranya yaitu, posko pengungsian yang berada di Kute (Desa) Timang Rasa dan Desa Salim Pinim Kecamatan Tanoh Alas.
Lanjut Bahagiawati, sedangkan untuk Kecamatan Ketambe yang dilaporkan sebagai wilayah teparah terkena dampak banjir dan akses mobilisasi makan masih sulit dijangkau.
Bahagia mengatakan, masyarakat di sana terpaksa mendirikan dapur mandiri untuk kebutuhan makan, tepatnya di Kute Bener Mepapah.
“Untuk wilayah ketambe kita distribusikan dulu bahan beras dan mie instan untuk dimasak di dapur mandiri,” sebut Bahagiawati.
Kemudian, sulitnya mendapatkan pasokan BBM beberapa hari belakangan ini juga memperngaruhi mobilisasi kendaraan untuk pendistribusian makanan untuk korban banjir.
“Sampai sekarang ini kita pihak dinsos masih terus mendata jumlah korban terdampak banjir di Aceh Tenggara,” Imbuhnya.
Sementara, berdasarkan data sementara BPBD Aceh Tenggara per Minggu, (30/11/2025) akibat banjir besar yang melanda kabupaten tersebut melanda 115 kute (desa) di 16 kecamatan dan menyebabkan sebanyak 4.402 kepala keluarga (KK) dan 14.218 jiwa terdampak.
Catatan BPBD juga menunjukkan sepuluh korban jiwa sudah ditemukan dan pencarian untuk beberapa orang yang dilaporkan hilang masih berlanjut.
Selanjutnya, rumah penduduk yang rusak ringan hingga sedang tercatat sebanyak 2.426. Selain itu pemerintah setempat terus mendata sarana dan prasarana fasilitas umum, infrastruktur, lahan pertanian dan perkebunan yang ikut terdampak akibat banjir.






