Meski Sudah Dikerjakan Lagi, Proyek Muara Lhok Pawoh Rp469 Juta Mulai Dangkal Kembali

Kupasan.com – Proyek pengerukan kolam labuh dan mulut muara di Pelabuhan Perikanan (PPI) Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), yang menelan anggaran Rp469 juta kembali mendapatkan sorotan dari masyarakat.

Pasalnya, meskipun proyek yang menggunakan dana DOKA tahun 2025 sudah selesai dikerjakan namun Muara TPI Lhok Pawoh, Kecamatan Manggng kembali dangkal.

“Kita sudah ke lokasi melihat proyek TPI Lhok Pawoh, dari hasil yang kita dapatkan di lapangan proyek itu sudah selesai dikerjakan. Tapi kini kondisi muara itu kembali dangkal,” kata Ketua SaKA, Miswar di Blangpidie, Rabu (5/11).

Menurut Miswar, proyek yang dilaksanakan oleh CV. Kuta Makmur Perkasa sudah selesai beberapa hari yang lalu. Namun, kondisi muara kembali dangkal, sehingga pengerjaan proyek itu dinilai tidak maksimal.

“Pihak rekanan menyelesaikan proyek itu hanya dalam waktu 5 minggu, tapi masalahnya ketika beko sudah keluar dari lokasi muara itu kembali dangkal, jadi proyek itu sangat sedikit bermanfaat ke masyarakat, tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” tutur Miswar.

Tidak hanya itu, Miswar juga menyebutkan kalau pengerukan muara TPI Lhok Pawoh sudah beberapa kali dikerjakan menggunakan dana APBK. Bahkan, pengakuan warga setempat pernah kegiatan dengan anggaran sekitaran Rp200  juta namun pemanfaatannya lama dirasakan oleh para nelayan.

“Pengakuan nelayan waktu kita ke lokasi, memang muara Lhok Pawoh itu sudah beberapa kali di keruk, bahkan dulu ada anggaran hanya sekitaran Rp200 juta tapi muara itu lama dangkal. Sekarang anggaran mencapai Rp469 juta tapi beberapa hari sudah dangkal kembali, artinya ada yang tidak beres dalam melakukan pengerjaan,” tuturnya.

Kata Miswar, menurut informasi yang diterima oleh pihaknya kalau kegiatan itu juga sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) oleh pihak rekanan ke dinas. Parahnya lagi, PHO itu berbarengan dengan pengerukan yang sempat dangkal usai dikeruk oleh perusahaan.

“Kita juga dapat info kalau proyek itu sudah di PHO. Orang dinas dan rekanan langsung turun ke lokasi di saat proyek itu sedang dikerjakan, tentu ini untuk mencari celah agar kubikasinya cukup. Tapi untuk apa kubikasinya cukup tapi tidak bisa dilalui oleh nelayan,” ujar Miswar.

Miswar juga mengingatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat Daya untuk hati-hati dalam membayar proyek pengerukan Muara TPI Lhok Pawoh, Manggeng. Sebab, proyek tersebut sangat rentan bermasalah.

“Kita ingatkan pihak DKP Abdya untuk hati-hati dalam membayar kegiatan itu. Jangan sampai Plt Kadis bermasalah dikemudian hari, sebab dibangun proyek itu agar para nelayan mudah melewati muara itu, jangan sampai anggaran habis ratusan juta tapi manfaat kepada nelayan tidak ada. Tentu itu akan menjadi masalah ke depannya,” pungkasnya.

Pos terkait