Kupasan.com – Plt Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat Daya (Abdya) Jufrizal mengatakan, pihaknya belum melakukan Provisional Hand Over (PHO) terhadap pengerjaan proyek pengerukan kolam labuh dan mulut muara di Pelabuhan Perikanan (PPI) Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng yang dikerjakan oleh CV. Kuta Makmur Perkasa.
“Belum PHO, nanti kita lihat dulu sesuai pengerjaannya, karena itu kan pengerukan, kita lihat dulu area pengurukan,” kata Jufrizal, saat dikonfirmasi Kupasan.com, Rabu (5/11).
Menurut Jufrizal, terkait kembalinya dangkal Muara TPI Lhok Pawoh, pihaknya akan turun kembali ke lokasi proyek untuk mengukur kubikasi serta area yang dikeruk. Apalagi, muara tersebut memang sering dangkal meskipun sudah dikeruk.
“Nanti kita ukur kubikasinya, kita ukur area yang dikeruk, kan ada konsultan pengawas juga, nanti kita turun lagi. Kalau dangkal itu, kita lihat memang sudah beberapa kali dikeruk, takutnya nanti kita sudah dituntut pulak dinas sama rekanan karena kelebihan kubikasi, nanti kita lihat dululah di lapangan,” ucapnya.
Jufrizal juga menyebutkan batas kontrak proyek pengurukan muara TPI Lhok Pawoh akan berakhir pada 12 Desember 2025. Kemudian, juga ada masa pemeliharaan selama 60 hari atau 2 bulan.
“Batas pemeliharaan 2 bulan kalau tidak salah, tapi nanti saya tanyak detail ke ppknya, sebab masa kontraknya masih sampai 12 desember, nanti kalau memang hasil PHOnya di lapangan masih kurang tetap harus dikerjakana lagi,” tuturnya.
Kata Jufrizal proyek pengurukan muara TPI Lhok Pawoh memang banyak hambatan serta serba salah saat dilakukan pengurukan. Sebab, wilayah tersebut dihantam pasir dari laut kemudian pasir dari hulu muara dibawa ke hilir.
“Memang kesulitan di Lhok Pawoh seperti itu, Itu serba salah pengurukan, karena ada pasir dari laut menghantam ke darat dan dari hulu muara membawa ke hilir. Kalau berulang kita lihat pengerjaannya kan sayang juga rekanan. Itulah nanti kita lihat, Nanti kita buat perencaaan yang lain,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Proyek pengerukan kolam labuh dan mulut muara di Pelabuhan Perikanan (PPI) Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), yang menelan anggaran Rp469 juta kembali mendapatkan sorotan dari masyarakat.
Pasalnya, meskipun proyek yang menggunakan dana DOKA tahun 2025 sudah selesai dikerjakan namun Muara TPI Lhok Pawoh, Kecamatan Manggng kembali dangkal.
“Kita sudah ke lokasi melihat proyek TPI Lhok Pawoh, dari hasil yang kita dapatkan di lapangan proyek itu sudah selesai dikerjakan. Tapi kini kondisi muara itu kembali dangkal,” kata Ketua SaKA, Miswar di Blangpidie, Rabu (5/11).
Menurut Miswar, proyek yang dilaksanakan oleh CV. Kuta Makmur Perkasa sudah selesai beberapa hari yang lalu. Namun, kondisi muara kembali dangkal, sehingga pengerjaan proyek itu dinilai tidak maksimal.
“Pihak rekanan menyelesaikan proyek itu hanya dalam waktu 5 minggu, tapi masalahnya ketika beko sudah keluar dari lokasi muara itu kembali dangkal, jadi proyek itu sangat sedikit bermanfaat ke masyarakat, tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” tutur Miswar.
Tidak hanya itu, Miswar juga menyebutkan kalau pengerukan muara TPI Lhok Pawoh sudah beberapa kali dikerjakan menggunakan dana APBK. Bahkan, pengakuan warga setempat pernah kegiatan dengan anggaran sekitaran Rp200 juta namun pemanfaatannya lama dirasakan oleh para nelayan.






