Kupasan.com – Pasokan arus listrik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih terganggu dari Rabu (26/11) kemarin hingga Kamis (27/11).
Meskipun sudah melewati waktu 27 jam listrik di kabupaten berjulukan Breuh Sigupai masih padam. Pemadaman tersebut juga berdampak langsung bagi usaha rakyat kecil.
Pantauan Kupasan.com di Blangpidie, sejumlah pelaku usaha terpaksa tutup akibat pemadaman listrik. Usaha yang terdampak akibat listrik padam seperti usaha galon air, kemudian penjual bbm enceran pertamini hingga sejumlah usaha laundri juga terpaksa tidak bisa melakukan aktivitas.
Tidak hanya itu, akibat pemadaman listrik dari Rabu kemarin sekira pukul 08.00 WIB hingga Kamis, akses internet juga tampak terganggu di sejumlah wilayah Aceh Barat Daya.
Salah satu warga Abdya, Sukardi mengatakan, pemadaman listrik yang tak kunjung hidup sangat terganggu aktivitas warga. Apalagi, kebutuhan air sangat penting bagi masyarakat.
“Memang sangat berdampak bagi masyarakat akibat pemadaman listrik, akibat tidak ada arus listrik air tidak ada, jadi kami kemarin terpaksa beli air untuk kebutuhan di rumah,” ujar Sukardi, Kamis (27/11).
Sebelumnya, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blangpidie, Zafandilla mengungkapkan arus listrik yang mengalami pemadaman disebabkan robohnya tower transmisi 150 kV pada jalur SUTT Arun-Bireun. Sehingga, arus listrik di sebagian besar Aceh mengalami gangguan.
“Sebagian besar Aceh padam, info sementara tower roboh karena banjir. Kini tim PLN UID Aceh mengerahkan seluruh personelnya untuk pemulihan listrik secara bertahap,” kata Zafandilla, kepada Kupasan.com, Rabu (26/11).
Zafandilla menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PLN di Aceh Barat Daya atas ketidaknyamanan karena ada pemadaman listrik. Saat ini, personel masih berupaya dalam proses percepatan perbaikan.
“Namun tidak menutup kemungkinan padam yang terjadi akan sedikit lama. Dimohon kesabarannya bapak atau ibu untuk menunggu informasi lebih lanjut,” pungkasnya.






