Kupasan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mencatat empat kecamatan di daerah tersebut yaitu Kecamatan Darul Hasanah, Lawe Alas, Tanoh Alas dan Babul Rahmah, kini terisolir usai diterjang banjir, Kamis, (27/11) kemarin.
Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah itu sejak, Selasa, 25 -27 November 2025, menyebabkan debit Sungai Alas meningkat tajam hingga meluap dan merendam pemukiman penduduk.
Sebanyak 95 kute (desa) tersebar di 16 kecamatan di Aceh Tenggara terdampak banjir. Sejumlah fasilitas umum, sarana dan prasarana dan akses vital jalan nasional, jalan dan jembatan kabupaten, serta lahan pertanian dilaporkan luluhlantak akibat hantaman banjir.
Putusnya tiga akses vital jembatan jalan penghubung yaitu Jembatan Salim Pipit, Jembatan Mbarung-Kedataran, Jembatan Natam -Kuta Ujung dilaporkan mengakibatkan lumpuhnya akses menuju empat kecamatan yaitu Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah dan Darul Hasanah.
“Empat kecamatan di Aceh Tenggara yaitu Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah dan Darul Hasanah terisolir, akibat tiga jembatan penghubung menuju wilayah itu terputus karena banjir,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Tenggara, Dodi Sukmariga Tajmal, Jumat, (28/11/2025).
Dodi menjelaskan, untuk menuju Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah dan Darul Hasanah, kini tinggal mengandalkan satu akses jalan saja yaitu melewati Jembatan Pedesi-Ngekran.
“Itu pun kondisi oprit jembatannya nyaris putus tergerus banjir,” kata Dodi..
Sementara itu, BPBD Aceh Tenggara juga mencatat, sejauh ini sebanyak 6 orang diduga korban banjir di Aceh Tenggara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 5 orang selamat dan mengalami luka-luka, serta 7 orang lagi dilaporkan hilang dan belum diketahui keberadaannya.






